Jodoh

Terima kasih untuk Adi Sandika

Saya melihat kebanyakan orang mengatakan bahwa jodoh itu ditangan Tuhan. Satu sisi saya percaya disisi lain saya mengatakan jodoh itu 1% takdir 99% usaha kita. Tuhan memberi kita “kehendak bebas”, mengapa demikian : ADAM dapat memilih dunianya yang seharusnya Tuhan larang. Terbukti bahwa Tuhan menginginkan manusia baik adanya, tetapi semua tergantung manusianya. Saya tidak mengatakan bahwa pendapat orang-orang salah, silahkan memberi pendapat yang berbeda karena dengan demikian pemikiran masing-masing orang dapat memberi warna pada dunia. Yang akan saya bahas disini adalah hasil kesepahaman dengan informasi yang saya dapat dan pengalaman yang saya lalui.

Ada 3 jodoh dalam kehidupan kita :
1. Jodoh Sebagai Teman

Yaitu sebuah hubungan yang hanya dilakukan disaat posisi masing-masing pihak berada pada suatu situasi yang sama. Seperti di kantor, tempat bermain, tetangga dan sejenisnya. Dikantor pada dasarnya hubungan manusia hanya karena sama-sama mempunyai tugas yang sama sebagai karyawan yang pada akhirnya membuat manusia saling berkomunikasi. Ditempat bermain disebut teman main, begitu juga dengan tetangga. Intinya manusia bertemu, berkomunikasi karena berada pada situasi yang sama.

2. Jodoh Sebagai Sahabat
Hubungan ini “diakibatkan” oleh sebuah hubungan pertemanan. Awalnya sahabat dipertemukan di situasi yang sama, situasi tidak harus berada pada sebuah tempat yang sama. Bisa di kota lain bahkan negara lain, tetapi pernah suatu saat saling berkomunikasi. Perkembangan pertemanan (mulai dari saling cocok, saling terbuka, saling mengerti, saling memberi dan menerima dan sejenisnya) diantara teman inilah yang membawa mereka pada suatu kategori yaitu sahabat. Walau mereka saling berbeda pendapat, berbeda kemampuan bahkan mungkin pernah berkelahi tetapi mereka pada akhirnya sama-sama saling membutuhkan dan saling menyayangi yang membawa mereka pada pertemuan kembali pada sebuah situasi yang sama.

3. Jodoh Sebagai Pasangan
Ada beberapa hasil pemikiran yang sampai saat ini masih menjadi pergulatan pribadi akan pandangan jodoh sebagai pasangan. Karena ada banyak manusia berpikir berbeda ^_^

Nah bagaimana dengan orang-orang di sekeliling anda saat ini? Cermati dan pahami keadaannya, sehingga tidak perlu anda memaksakan diri untuk bertindak lebih dengan cara-cara yang mungkin bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman. Jadilah anda yang mengerti “jodoh” anda, bukan selalu anda minta dimengerti *_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *