Karakter Seseorang Menurut Kebiasaan


Sejuk rasanya sejenak meninggalkan keperkasaan kota untuk sedikit menikmati waktu. Udara jernih dengan suhu 19′ C dan terkadang gerimis menyapu debu menambah ketentraman alam di sudut pedesaan Kabupaten Malang pada 22-23 September 2009 ini. Dukungan suasana membuataku tak kuasa menahan dorongan pikiran untuk menumpahkannya dalam bentuk tulisan. Tak sadar komunikasi lancar terjadi antara otak dan tanganku sehingga laptop ku sudah siap dengan program pengolah kata-nya..

– – – – –

Banyak cara membaca karakter seseorang lewat kebiasaannya. Hal itu mungkin karena setiap perbuatan itu mencerminkan apa yang ada dipikiran. “Sebentar-sebentar.. Pikiran sadar kan bisa dibuat-buat?” Jawabannya betul, tapi hasil apapun yang diakibatkan proses pikiran sadar itu sudah ter-interferensi pikiran bawah sadar. Dimana pikiran bawah sadar adalah sumber pembentuk sifat manusia. Mengapa bisa demikian.. dalam kesempatan lain akan saya bahas tentang pikiran bawah sadar ^_^

Berikut ini adalah karakter dan ciri berdasarkan kebiasaan :
1. Driver : developer, sets direction, innovator
2. Planner : strategist, estimator, scheduler
3. Enabler : resource manager, promotor, negotiator
4. Exec : producer, co-ordinate, maintainer
5. Contractor : monitor, auditor, evaluator

Driver
Misal dalam suatu rapat, orang tipe ini akan banyak sekali mengeluarkan ide. Bagus-bagus sekali idenya, bisa sampai puluhan ide dia keluarkan. Ya begini begitu dan masih banyak sekali. Tapi dengan banyak ide itulah orang ini ada kekurangan yaitu sering lupa. Rapat hari ini dia keluarkan banyak ide. Rapat berikutnya dia lupa dengan idenya yang lalu, dia berpikir saat itu juga dan keluarlah ide cemerlang lainnya. Berteman dengan seorang driver, maka banyaklah bersabar dan saling mengerti. Contoh lain tipe driver : Seorang istri 3 bulan lagi akan merayakan ulang tahun. Suaminya ingat dan berkata kepada istrinya, “Ma.. 3 bulan lagi mama kan ulang tahun, nah papa punya rencana”. Sambil menunjukkan majalah yang terpampang gambar kalung berlian suami bertanya, ”Mama suka?” Dengan wajah berbinar, sang istri dengan mantap berkata, ”Wah.. mama sayang papa. Mama suka..suka!”. Akhirnya hari ulang tahun tiba, sang suami hanya mengucapkan selamat saja. Istrinya berpikir, ”Papa pasti kasih kejutan nih”. Dua hari, seminggu suami tidak kunjung memberikan hadiah itu. Lalu sang istri mulai menyindir, “Pa.. Santi tetangga sebelah hari ini ulang tahun. Oleh suaminya, dia diberi hadiah kalung bagus sekali pa..”. Suaminya hanya menjawab, ”hmm..”. Dengar jawaban seperti itu sang istri punya pikiran macam-macam, ”Ih papa sudah nggak sayang lagi. Atau jangan-jangan papa selingkuh lagi. Pasti uangnya habis buat..”.

Akan banyak sekali pendapat dan tidak menutup kemungkinan pendapat negatif terhadap tipe-tipe driver. Bahkan kalau kita tidak bersabar, bisa jadi rumah tangga berantakan. Padahal dari contoh diatas, sang suami adalah seorang driver (tipe driver bukan sopir lho ya..). Sang istri hanya perlu mengenal karakter suaminya lebih dalam lagi. Begitu juga dengan teman anda yang bertipe driver, dia adalah sumber ide (cocok bekerja di creative department) tapi jangan harapkan dia melakukan idenya. Dia harus dibantu oleh orang lain untuk menjalankan ide-idenya. Maka kenali lagi dan bersabarlah. Bersabar terus.. capek de.. ^_^ Ingat sabar disayang Tuhan lho..

Planner
Tipe driver banyak memberi ide, ”Tahun ini mending kita ke bali saja. Disamping dekat, kita belum pernah kan ke daerah Singaraja. Disana bagus dan lebih..bla..bla..bla.. Atau ke Makasar? Tuh ada Studio Trans yang terbesar se..bla..bla..bla..”. Atas dasar inisiatif sendiri orang ini merangkum semua ide yang ada, setelah rapat selesai hasil rangkuman tadi di fotokopi dan di bagikan. Tujuannya adalah hasil rapat kali ini untuk pembahasan lebih lanjut pada rapat berikutnya. Kemudian dia mulai menyusun rencana-rencana kerja yang yang berhubungan dengan hasil rapat tadi.

Orang yang pintar memetik kesimpulan dan rangkum apa yang disampaikan oleh orang lain inilah yang disebut tipe planner.

Enabler
Kalau tipe driver adalah seorang pencetus ide sedangkan planner pandai merangkum dan membuat rencana kerja, maka beda lagi dengan orang-orang tipe enabler. Setelah rapat kedua diadakan giliran si-planner menyampaikan rencana kerjanya. Ini itu, begini begitu dan bla..bla..bla.. Kemudian si-enabler mulai memberi alternatif-alternatif yang memungkinkan untuk mempermudah pencapaian target dari rencana yang sudah tersusun. “Kenapa mahal biaya hotelnya? Makannya juga tuh, padahal restoran itu kan tidak enak!” begitu si-enabler berpendapat. Merasa harus ada yang dibenarkan supaya tidak terjadi salah paham, si-planner angkat bicara “Memang segitu biayanya, nih kalau tidak percaya saya bawa sekalian hasil fax dari hotel dan restorannya”. Si-enabler menimpali, ”Gini saja masalah hotel dan restoran biar saya saja yang urus. Saya kenal manager hotel yang ada disana dan kita dapat discount 40%”. ”Wah bagus juga”, begitu peserta lain menimpali. “Bapak kenal dimana manager itu?”. “Oh..itu waktu saya di toilet pas bowling 2 bulan lalu” (nah loh.. orang tipe ini benar-benar bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian).

Sangat menguntungkan jika anda mempunyai teman seperti tipe enabler ini. Salah satu cirinya, dia tidak rela kalau harus mengeluarkan banyak uang dalam suatu acara. Kalau bisa discount kenapa harus bayar penuh, kalau bisa gratis kenapa harus yang discount. Tapi hati-hati kalau suami tipe driver dan istri tipe enabler, bisa jadi pertempuran hebat itu di shopping mall ^_^ Suami sudah capek puter-puter tapi sang istri masih tidak rela kalau harus bayar mahal. Biasa terjadi di kota-kota besar ha..ha..

Exec
Setelah rapat-rapat selesai akhirnya di putuskan untuk pergi ke Singaraja, Bali. Pada hari yang ditentukan sudah banyak yang berkumpul di bandara Juanda. Kemudian terjadi percakapan, “Belum check in nih.. Datang jam berapa?” bapak satunya dengan santai menjawab “20menit yang lalu”. “Hah 20menit yang lalu belum ada yang check in” yang lain berguman, “Gimana mau check in kan tidak ada yang nyuruh..”. Si bapak yang kaget tadi langsung bilang “Wah.. wah.. gimana ini. Ayo kamu, kumpulkan tiketnya terus langsung check in. Daftar orangnya mana.. nah bapak ini cari kursi yang dekat jendela soalnya dia belum pernah lihat awan. Trus ibu ini cari tempat yang paling pinggir, dia biasa beser (sering buang air kecil..). Nah untuk mas yang ini carikan tempat disamping mbak ini. Nih orang lagi kasmaran. Ok uda beres.. sekarang Joni kamu beli donat dulu, nanti penjemputan agak terlambat takut lapar. Kemudian Samsul.. coba kamu telepon hotel, kamar sudah siap apa belum dan bla..bla..bla..”. Begitulah bapak si-exec ini, dia seperti Bp.Erwin Gutawa dalam pementasan. Selama pak Erwin tidak kasih kode, pemusik tidak akan memulai sebuah rangkaian nada.

Si bapak yang suruh-suruh tadi adalah tipe-tipe exec. Dia pandai memberi instruksi untuk menggerakkan massa. Mengamati pribadi untuk menentukan sebuah cara agar apa yang telah diputuskan dapat terlaksana membuat kita memberi acungan jempol bagi orang-orang tipe ini. Mereka mampu membuat orang mendengarkan. Itu juga dibutuhkan dalam tim. Coba bayangkan kalau semua bertipe driver.

Contractor
“Sukses ya rencana kali ini”, “Iya..ya.. senang sekali aku”, ”Mau dong kesana lagi..”. Itulah berbagai pendapat setelah pulang dari Bali. Semua senang dan merasa fresh. Kemudian ada yang bicara lagi, “Hh..sukses apanya, kalau saya bilang gagal total. Mestinya kita makan dulu sebelum berangkat, apa yang terjadi.. lapar kan waktu kita di tempat wisata. Terus itu lagi habis dari pantai kita tidak perlu pulang hotel dulu kan, jadinya kemalaman kita ke tempat kerajinan.. belum dapat banyak barang sudah mau tutup”. Seperti kejatuhan batu satu RT deh rasanya. Disaat lagi senang-senangnya pulang liburan, ada yang ngomong tidak sedap. “Waktu kemarin ditanya sudah benar semua apa tidak, kamu diam saja” terdengar ada yang berani menimpali. “Yaa.. waktu itu saya mau lihat kalian aja bagaimana kerjanya”. Nah loh..

Pastinya banyak yang tidak setuju dengan manusia macam begini. Ampun dehh ^_^ Tapi coba anda lihat sisi baiknya. Hahh.. model seperti itu mana ada yang baik ^_^ Sabar.. sabar.. ini sisi baiknya. Sekarang coba anda berpikir. Jika si-exec bilang ayo..ayo.. cepet.. cepet.. langsung begini.. begitu.. maka pekerjaan akan cepat selesai. Tapi siapa yang menjamin pekerjaan cepat selesai adalah yang terbaik? Tidak ada. Nah jika ada si-contractor yang selalu memberi evaluasi, maka minimal kesalahan-kesalahan tahun lalu tidak akan di ulangi lagi untuk rencana kerja yang akan datang. Masih bingung? Bisa kirim email ke saya ^_^

– – – – –

Begitulah bapak, ibu, saudara dan adik-adik sekalian.. lho lho lho koq jadi seperti sambutan di kelurahan ^_^ Contoh diatas bukan khusus untuk sebuah tim atau karyawan saja. Pasti ada banyak manusia unik seperti karakter-karakter diatas yang ada disekitar anda. Mereka bukanlah orang jahat, sombong atau menjengkelkan. Pahami mereka sebagai pribadi yang unik, yang telah diberikan Tuhan untuk melengkapi setiap kekurangan dalam kehidupan kita. Kadang mungkin terasa memang menjengkelkan orang yang karakternya tidak sesuai dengan kita dan biasanya kita langsung menghakimi dengan label NEGATIF. Padahal kalau misalnya semua orang tipe driver saja maka tidak akan berjalan itu rencana, kebanyakan ide. Begitu juga misal si-contractor mengisi penuh bumi ini, jalan tidak acaranya? Yang diinginkan ide-ide dan pelaksanaan tapi yang didapat malah 20 kesalahan.

Jadi, lihatlah mereka dari sisi yang berbeda. Sisi yang akanmemposisikan kita nyaman saat berkomunikasi atau bekerja dengan mereka. Karakter-karakter ini tidak ada hubungannya dengan lulusan sarjana, smu, smk atau pintar dan tidak pintar. Semuanya adalah bawaan lahir (bisa dirubah asal ada kemauan). Seringlah berkomunikasi dengan mereka, karena dengan itu maka pengalamanlah yang akan membantu anda menentukan caranya. Oh ya.. jangan lupa berdoa juga pada Tuhan minta kerendahan hati dan keikhlasan supaya lebih lengkap. Sebagai oleh-oleh untuk pikiran bawah sadar anda supaya kata-kata ini dapat dikelola dengan baik, silahkan pahami  berikut ini :
1. Lebihlah mengerti dan memahami orang lain, tidak penting apakah orang lain itu memahami anda.
2. Ketika anda dapat memahami orang lain, tidak akan ada lagi pendapat “wrong man.. wrong job”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *